Blogger Widgets

This is slide 2 title

ANDI AGUSTIAN --> OSIS SMK NEGERI 2 PRABUMULIH.

This is slide 3 title

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

This is slide 4 title

PRAMUKA --> SATYA KU DARMAKAN , DARMA KU BAKTIKAN

This is slide 5 title

PRAMUKA SMK NEGERI 2 PRABUMULIH

Rabu, 29 Januari 2014

Membangun Hotspot Dengan Mikrotik

Membahas bagaimana mudahnya membangun router+hotspot authentikasi menggunakan Mikrotik OS.
Installasi Mikrotik OS

  • Setting BIOS
Setting urutan boot computer pada BIOS agar computer boot pertama kali ke cdrom.
  • Masukan CD Mikrotik ke cdrom, setelah itu lakukan booting melalui CDROM,
  • Setelah proses booting selesai, muncul pilihan paket-paket yang mau di install, pilihlah paket sesuai kebutuhan.
  • Setelah memilih paket yg akan di install, tekan tombol “ i ” pada keyboard. Setelah itu tekan tombol “ y”. lalu tekan tombol y lagi untuk melanjutkan installasi. Catatan: Karena MikroTikOS akan membuat partisi secara otomatis, maka data dalam hardisk semuanya akan hilang.
  • Proses installasi mikrotik
  • Proses installasi selesai. Tekan enter untuk reboot computer
  • Jika proses installasi berhasil, maka akan muncul tampilan Login Mikrotik. Untuk login masukan username admin dan passwordnya di biarkan kosong.
Konfigurasi Network
  • Mengganti nama interface sesuai keadaan jaringan anda, ini dilakukan untuk mempermudah konfigurasi dan management.
  • Setting ip address sesuai jaringan anda pada setiap interface. setelah itu setting default gateway
  • Setting DNS anda


Konfigurasi Via Winbox di computer client
  • Download winbox.exe dari http://192.168.0.1/winbox/winbox.exe , 192.168.0.1 adalah IP Interface Hotspot.
  • Setelah di download, jalankan winbox tersebut. Sekarang kita coba koneksi kecomputer server, masukan ip server pada Connect To lalu masukan username pada Login. Setelah itu tekan tombol Connect.
  • Jika login berhasil, maka muncul tampilan berikut
Konfigurasi Server Radius
  • Masuk ke Winbox pada computer client
  • Pada winbox klik menu Radius, lalu muncul kotak dialog Konfigurasi Radius. Klik tombol + yang berwarna merah untuk masuk ke tahapan pembuatan server radius.
  • Setelah itu muncul kotak dialog New radius Server. Karena kita akan membuat server hotspot, beri tanda centang pada hotspot. Lalu pada Address isikan 127.0.0.1, setelah itu pada secret isikan password server radius yang di ingin kan. Missal secretnya: apaajah. Klik OK untuk membuat server tersebut.
Membuat Profile Hostpot yang menggunakan server Radius sebagai Backend nya.
  • Pada WinBox Klik menu IP lalu klik Hotspot.
  • Lalu muncul kotak dialog Konfigurasi hotspot. Sekarang kita akan membuat profiles baru untuk hostpot yang mendukung server radius. Klik tombol profiles pada kotak diagog konfigurasi hotspot.
  • Muncul kotak dialog Hotspot server profile, klik tombol + untuk membuat profiles baru.
  • Setelah itu muncul kotak dialog New Hotspot Server Profile. Pada name isikan nama profilenya, isikan hsprof1. Setelah itu klik tab RADIUS.
  • Beri tanda centang pada Use RADIUS, lalu klik OK.
Konfigurasi Hotspot
  • Klik menu IP lalu klik Hotspot
  • Lalu muncul kotak dialog Hotspot, setelah itu tekan tombol Setup.
  • Muncul kotak dialog Hotspot Setup, disini kita di suruh menentukan pada interface mana hotspot akan berjalan. Pilihlah interface hotspot karena kita akan mengaktifkan hotspot pada interface tersebut. Klik tombol Next.
  • Selanjutnya kita set IP untuk interface hotspot tersebut, isikan 192.168.0.1/24. Beri tanda centang pada Masquerade Network. Lalu Klik tombol Next.
  • Setelah itu muncul konfigurasi address pool. Pada tahap ini kita di suruh menentukan dari IP berapa dan sampai IP berapa yang akan di gunakan untuk hotspot. Misal kita akan seting 192.168.0.2- 192.168.0.254/24. Jadi smua IP pada network 192.168.0.0/24 selain 192.168.0.1 termasuk kedalam IP yang menggunakan hotspot. lalu Klik Next.
  • Selanjutnya muncul konfigurasi SSL, karena kita tidak menggunakan SSL, pada select Certificate pilih aja none lalu klik Next.
  • Selanjutnya konfigurasi DNS, karena kita sudah mengkonfigurasi DNS di awal tadi, maka langsung Next aja, tetapi jika anda ingin merubah IP DNSnya, langsung rubah aja setelah itu klik tombol next.
  • Setelah itu seting DNS Name, kosongkan aja lalu tekan tombol next.
  • Selanjutnya tahap membuat user hotspot. Karena nanti hotspot kita menggukan profile yang menggunakan radius server sebagai backendnya, maka user ini tidak terlalu berguna. Karena ini termasuk kedalam tahap installasi, maka kita buat saja usernya. Missal qta buat usernya admin dan passwordnya gktw. Lalu klik next.
  • Setup hotspot selesai..
  • Sekarang kita setting agar hotspot yang tadi kita buat agar menggunakan profile hotspot yg mendukung radius server. Maksud dari profile ini adalah profile hotspot yang kita buat di atas.
  • Double klik pada hotspot1, setelah itu muncul kotak dialog properties hotspot1. Pada menu dropdown profile, pilih hsprof. Lalu klik OK.
  • Selanjutnya kita tentukan IP yang akan dijadikan computer operator. Maksud dari computer operator disini adalah computer yang akan menambah, mengedit bahkan menghapus user client hotspot.
  • Pada Winbox, klik menu IP lalu klik Hotspot. Muncul kotak dialog Hotspot, lalu klik tab IP Bindings. Lalu klik tombol + .
  • Muncul kotak dialog New Hotspot IP Binding, pada MAC Address isikan Alamat MAC Address computer operator missal MAC address computer operator 00:50:56:C0:00:01. Lalu pada Address, masukan IP computer operator missal IP computer operator adalah 192.168.0.2. setelah itu pada Type pilih bypassed. Lalu klik OK.
Konfigurasi User Manager
  • Pada WinBox, Klik menu New Terminal, untuk membuka terminal/console mikrotik.
Pada terminal, ketikan perintah berikut:
  • [admin@MikroTik] > /tool user-manager customer add login=admin password=adminuserman permission=owner
Maksud dari perintah di atas adalah membuat user admin dengan passwordnya adminuserman yang nantinya user ini akan digunakan untuk masuk ke usermanager.
  • [admin@MikroTik] > /tool user-manager router add subscriber=admin ip-address=127.0.0.1 shared-secret=apaajah
Maksud dari perintah di atas adalah untuk menghubungkan usermanager ke server radius yang telah kita buat tadi. Pada perintah tersebuat ada shared-secret=apaajah, apaajah adalah password dari server radius.
  • Selanjutnya anda pindah ke computer operator, lalu arahkan browser kehttp://192.168.0.1/userman . Lalu muncul form login, isi Login dan password di sesuaikan dengan login dan password yang telah anda buat pada saat konfigurasi usermanager diatas. Missal, login: admin dan password:adminuserman.
  • Tampilan pertama User Manager
  • Untuk menambahkan user hotspot, klik menu Users, lalu klik Add.
  • Setelah itu muncul kotak dialog Add User, yang penting perlu di isi adalah User name dan password saja. Tetapi jika ingin mengisi First Name dan Lastname isi saja. Dan jika anda ingin membatasi bandwith untuk user tersebut, pada Rate Limit isikan jumlah bandwith yang di jatahkan untuk user tersebut, misal 32kbps.
Mengatur Bandwith Klien Hotspot
  • Pengaturan Bandwith klien ini berlaku untuk semua user yang pada userman yg tidak diberi Rate limit.
  • Untuk mengatur Bandwith semua user, buka Winbox, lalu klik menu IP, lalu hotspot. Muncul kotak dialog hotspot, klik tab user. Lalu klik tombol profiles.
  • Muncul kotak dialog Hotspot User Profile, double klik pada profile default.
  • Habis itu muncul kotak dialog Hotspot user profile properties. Pada field Rate Limit (tx/rx) isikan berapa bandwith yang akan di berikan kepada semua user hotspot. Misal: Limit Bandwith Upload: 16kbps dan Limit Bandwith Download: 32kbps.
Trafik Monitoring
  • Untuk monitoring trafik, kita akan melakukan monitoring melaui graphs lewat browser.
  • Untuk melakukan monitoring semua pemakai. Pertama kita harus membuat aturan dulu, agar semua pemakai bisa kita monitoring trafiknya.
  • Masuk ke Winbox, klik menu Tools, lalu klik menu Graphing.
  • Setelah itu muncul kotak dialog Graphing, klik Tab Queue Rules. Lalu klik tombol + karena kita akan membuat aturan baru untuk monitoring semua pemakai.
  • Muncul kotak dialog New Queue Graphing Rule, Pada Simple Queue pilih , karena kita akan memonitoring semua pemakai hotspot. Lalu pada Allow Address isikan Alamat Network atau
    Alamat IP yang diperbolehkan mengakses ke web monitoring kita.
  • Jika sudah, klik OK. Lalu jika anda ingin memonitoring trafik, pada computer operator anda arahkan browser ke http://192.168.0.1/graphs/ Maka akan muncul nama-nama pengguna yang sedang aktif, jika anda ingin melihat trafik pemakaiannya, tinggal klik aja nama usernya.

Langkah-Langkah Membangun Komputer Virtual Dengan Vmware Workstation

Pada tutorial ini saya akan memperlihatkan bagaimana cara melakukan instalasi komputer virutal (Virtual Machine) di dalam komputer fisik (komputer asli). Tujuannya adalah agar apabila Anda ingin melakukan suatu riset, mencoba sistem operasi lain misalnya Windows, Linux, Sun Solaris, Novel NetWare atau bahkan membangun jaringan komputer sedehana, Anda tidak perlu membeli komputer baru atau membagi hard disk Anda menjadi beberapa partisi. Untukmelakukannya saya menggunakan software yang bernama Vmware Workstation.
Komputer virtual yang akan saya pasang pada tutorial ini adalah komputer dengan sistem operasi Windows Server 2008 dengan spesifikasi yang akan kita tentukan nanti. Caranya adalah sebagai berikut (klik gambar untuk memperbesar):
Tutorial yang disertai dengan gambar sudah saya pindahkan ke:
  • Sediakan CD/DVD/File atau file ISO dari Windows Server 2008. Pada tutorial ini saya menggunakan file ISO dari Windows Server 2008.
  • Download dan install aplikasi Vmware. Disini saya menggunakanVMware Workstation versi 7.0.0 build-203739.
  • Buka Aplikasi Vmware yang sudah Anda install.
  • Klik New Virtual Machine, atau klik File > New > Virtual Machine.
  • Maka akan muncul jendela baru. Pilih Custom agar kita mengetahui semua langkah demi langkah. Jika Anda memilih Typical, maka ada beberapa step yang tidak Anda lalui. Jika sudah klik Next.
  • Maka akan muncul jendela baru. Pilih Worksration 6.5-7.0 dan klik Next.
  • Pada jendela selanjutnya, yaitu jendela Guest Operating System Installation Anda akan diberikan 3 pilihan, yakni: Installer disc jika Anda ingin melakukan instalasi dengan menggunakan media CD/DVD. Installer disc image file (iso) jika Anda ingin melakukan instalasi dengan menggunakan file ISO dari sistem operasi yang akan Anda instal, atau I will install operating system later jika Anda ingin menentukannya nanti. Pada tutorial ini saya pilih I will Install operating system later, jika sudah Klik Next.
  • Selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Select a Guest Operating System. Pada Guest Operating System pilih Microsoft Windows, karena kita akan menginstall sistem operasi dari Windows. Pada Version pilih Windows Server 2008. Jika sudah klik Next.
  • Tahap selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Name the Virtual Machine. Pada Virtual machine name ketikkan nama virtual machine Anda, pada tutorial ini saya menggunakan nama Windows Server 2008 (Tutorial), pemberian nama ini terserah Anda. PadaLocation berikan lokasi dimana virtual machine Anda akan diletakkan. Pada contoh ini saya meletakkannya pada direktori E:\VIRTUAL MACHINES\Windows Server 2008 (Tutorial). Klik Next jika sudah.
  • Jendela selanjutnya adalah Processor Configuration, dimana pada tahap ini Anda diharuskan melakukan setting terhadap processor yang akan Anda gunakan. Pada tutorial ini saya menggunakan 1 buah processor dengan 2 buah core. Jika sudah klik Next.
  • Tahap selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Memory for the Virtual Machine. Pada tahap ini Anda diharuskan menentukan jumlah memory/RAM yang akan digunakan untuk virtual machine Anda. Untuk contoh ini saya menggunakan 2048 MB atau 2GB, karena saya melakukan instalasi sistem operasi Windows Server 2008 yang memang membutuhkan resource yang cukup besar. Jika sudah klik Next.
  • Setelah Anda mengklik Next tadi, maka akan muncul jendela baru yaitu jendela Network Type. Pada tahap ini Anda diharuskan memilih salah satu dari 4 jenis network yang tersedia, yaitu Use bridge networkUse network address translation (NAT)Use host-only networking, atauDo not use a network connection. Pada tutorial ini saya menggunakanUse bridge network, karena dengan menggunakan tipe ini komputer virtual tadi seakan-akan menjadi komputer yang nyata dalam jaringan yang nyata. Jadi, apabila komputer asli yang diinstalkan komputer virtual tadi dihubungkan ke sebuah jaringan melalui sebuah Switch atau Hub, maka komputer virtual tadi juga akan mendapat koneksi ke jaringan tersebut dan seakan-akan komputer itu adalah komputer nyata yang langsung terkoneksi ke jaringan itu. Selain itu apabila Anda menggunakan tipe Use bridge network, apabila terdapat 2 atau lebih komputer virtual yang semuanya disetting dengan tipe Use bridge network dan semua komputer itu sedang aktif dan diberikan IP Address yang 1 kelas, maka komputer-komputer itu akan bisa terhubung secara langsung layaknya terhubung menggunakan Hub atau Switch. Klik Nextjika sudah.
  • Pada jendela Select I/O Adapter Types, pilihlah tipe yang direkomendasikan oleh software VMware. Rekomendasi yang berikan bisa berbeda-beda, tergantung dari sistem operasi yang akan diinstal.
  • Pada tahap selanjutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Select a Disk. Pada tahap ini Anda diharuskan memilih apakah akan membuat virtual hard disk yang baru dengan memilih Create a new virtual diskatau menggunakan yang sudah ada dengan memilih Use an existing virtual disk. Sedangkan pilihan Use a physical disk (for advaced users) adalah pilihan untuk pengguna tingkat lanjut, yang apabila memilih ini, maka hard disk yang akan digunakan adalah hard disk fisik dari komputer asli. Pada contoh ini saya memilih Create a new virtual disk. Jika sudah klik Next.
  • Jendela yang muncul selanjutnya adalah Select a Disk Type. Pada jendela ini Anda diharuskan memilih tipe hard disk yang akan Anda gunakan. Pilih saja sesuai dengan rekomendasi dari software VMware Workstation. Klik Next jika sudah.
  • Tahap selajutnya Anda akan dihadapkan pada jendela Specify Disk Capacity. Pada tahap ini Anda diharuskan menentukan kapasitas hard disk virtual Anda. Nilai rekomendasi untuk Windows Server 2008 adalah40 GB. Nilai ini bisa berubah-ubah tergantung sistem operasi yang akan Anda install. Anda bisa menggunakan nilai default ini sebagai kapasitas hard disk Anda, namun jika Anda ingin yang lain, silahkan isikan. Pada contoh ini saya isikan 50 GB. Lalu dibawah ada 2 buah radio button yang harus Anda pilih salah satunya. Store virtual disk as a single fileyaitu pilihan dimana virtual hard disk akan dijadikan 1 file, sedangkan jika Anda memilih Split virtual disk into 2 GB files maka virtual hard disk akan dipecah-pecah menjadi 2 GB, sehingga akan lebih memudahkan Anda jika ingin memindahkannya ke komputer lain dengan menggunakan flash disk yang berkapasitas kecil. Pada contoh ini saya pilih Split virtual disk into 2 GB files. Klik Next.
  • Tahap berikutnya Anda akan diberikan tampilan jendela Specify Disk File. Pada jendela ini Anda harus menentukan lokasi virtual hard disk Anda akan disimpan dimana. Pada contoh ini saya menyimpan virtual hard disk saya di direktori dimana saya meletakkan virtual machine saya, yaitu di direktoei E:\VIRTUAL MACHINES\Windows Server 2008 (Tutorial)\Windows Server 2008 (Tutorial).vmdk. klik Nextjika sudah.
  • Tahap berikutnya Anda akan dihadapkan pada jendela terakhir dari pembuatan virtual machine ini, yaitu jendela Ready to Create Virtual Machine. Pada jendela ini Anda akan diperlihatkan rangkuman dari settingan yang sudah Anda lakukan pada langkah-langkah sebelumnya. Jika masih ada yang kurang pas, klik saja Customize Hardware, namun jika sudah cocok semuanya langsung klik Finish.
  • Maka munculla tampilan seperti gambar di bawah ini:
  • Karena pada langkah sebelumnya kita belum menentukan dari mana kita akan melakukan instalasi, maka silahkan klik di Edit virtual machine settings untuk melakukan editing.
  • Maka akan muncul tampilan baru, klikdi CD/DVD (IDE).
  • Pada bagian Connection terdapat 2 buah radio button, yaitu Use physical drive jika Anda ingin melakukan instalasi melalui media CD atau DVD dan Use ISO image file jika Anda ingin melakukan instalasi dengan menggunakan file ISO. Pada contoh ini saya menggunakan media file ISO jadi saya pilih Use ISO image file. Lalu browselah dimana file ISO yang akan Anda gunakan itu tersimpan. Jika sudah selesai klikOK.
  • Pada bagian sidebar sebelah kiri pastikan Anda sudah memilih sistem operasi yang akan Anda proses.
  • Langkah selanjutnya adalah mengklik tombol Power On This Virtual Machine untuk menghidupkan komputer virtual kita.
  • Langkah terakhir adalah melakukan instalasi. Instalasi sistem operasi di VMware sama dengan instalasi di komputer asli.
Itulah langkah-langkah dalam pembuatan komputer virtual (virtual machine) dengan menggunakan software VMware Workstation. Info lengkap tentang software VMware bisa dilihat di http://www.vmware.com. Semoga membantu dan selamat belajar… :)